Menristekdikti: Perguruan Tinggi Nakal Dibina yang Rusak Dibinasakan

MAKASSAR – Jika ada perguruan tinggi nakal tetap dibina, tetapi jika ada perguruan tinggi yang rusak maka dibinasakan.  

Demikian ditegaskan Menristekdikti RI, Mohamad Nasir dihadapan pimpinan PTS dan PTN pada acara silaturrahmi dan makan malam bersama di Makassar, Jumat malam (21/12/2018).

Silaturrahmi disertasi dengan dialog yang dipandu Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof. Dr Jasruddin, M.Si.

Dijelaskan, pemerintah lewat Kemenristekdikti terus meningkatkan mutu dan kualitas proses pembelajaran pada pendidikan tinggi.

Era milenial hanya perguruan tinggi bermutu yang mampu memenangkan  persaingan, tegas Nasir.

Pemerintah juga telah menghilangkan dikotomi antara PTN dan PTS. Buktinya, bila ada perguruan tinggi bermutu akan dicari stakeholder tanpa menilai dari status kampus negeri atau swasta.

Izin pendirian prodi baru juga disederhanakan dan dimudahkan. Apalagi selama ini terkesan ada pat gulipat dengan pejabat yang menangani, tandasnya.

Memasuki tahun 2019 membuka prodi baru disederhanakan, asal memenuhi syarat akan diproses dalam hitungan waktu yang cepat, tegasnya.

Ada lima unsur perlu dihadirkan dalam membuka prodi baru, ada kelembagaan entah berupa universitas, sekolah tinggi dan sejenisnya, ada dosen lima orang, infrastruktur, keuangan serta kurikulum.

Kemudahan juga diberikan dalam penyusunan borang prodi baru yang diajukan tidak perlu terlalu tebal cukup maksimal 10 halaman dan proses waktu keluarnya izin juga tidak lama.

Prodi baru yang sudah mendapatkan izin prinsip, sambil menunggu izin operasional keluar, prodi baru itu sudah dapat menerima mahasiswa baru, tandasnya.

Prodi baru itu akan terus di awasi dan dibina LLDIKTI di daerah, jika proses pembelajaran selama dua tahun tidak berjalan sesuai aturan dan regulasi maka izin prodi baru itu akan dicabut  tegasnya.

Pada acara silaturrahmi ini turut hadir, Sekretaris LLDIKTI IX, Dr. Hawignyo, MM, Ketua APTISI Wilayah IX-A Sulawesi, Prof Dr. Ma’ruf Hafidz, SH, MH.

Rektor UNM, Prof Dr. Prof. Dr. Husain Syam, MTP, Rektor Unesa, Ketua  Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (AB-PPTSI) Wilayah Sulawesi Selatan, Dr. Mohammad Ridwan Arif, SE, MAF.

Ketua Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI) Sulsel, Prof Dr Basri Modding, SE, MM.

Nampak hadir pada acara silaturrahmi itu Rektor UMI Makassar, Basri Modding berserta semua wakil rektornya. Rektor Unismuh Makassar, Dr. H. Abd Rahman Rahim, SE, MM.

Rektor UIM, Dr. Madjdah M Zain, M.Si, Rektor Unsa Makassar, Prof Dr Melantik Rompegading, SH, MH.

Rektor UPRI Makassar Dr.H. Abdul Azis DP,SH, MH, Rektor Universitas Pancasakti, Dr. Rusdin Nawi, M.Si, Ketua STKIP PI Makassar, Dr.Muh Yunus, M.Pd dan lainnya. (yahya)

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar
  Subscribe  
Notify of